Setiap tahunnya, umat Muslim di seluruh dunia memperingati sebuah peristiwa luar biasa yang melampaui logika manusia: Isra Miraj. Peristiwa ini merupakan perjalanan satu malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh.
Lebih dari Sekadar Perjalanan Sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Isra’ Ayat 1, perjalanan ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Di balik keajaiban tersebut, ada pesan mendalam tentang keteguhan hati. Isra Miraj terjadi di masa-masa sulit dalam kehidupan Rasulullah, yang dikenal sebagai Amul Huzni (Tahun Kesedihan). Melalui peristiwa ini, Allah memberikan penghiburan sekaligus penguatan spiritual bagi beliau.
Oleh-oleh Terbesar: Perintah Salat Salah satu poin krusial dari Miraj adalah diterimanya perintah salat lima waktu. Salat adalah “Mi’raj”-nya orang beriman—sebuah sarana bagi kita untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, melepaskan penat duniawi, dan menemukan kedamaian hati.
Meneladani di Era Modern Dalam konteks masa kini, memperingati Isra Miraj di Grha Pertamina Ballroom mengajak kita untuk:
- Meningkatkan Disiplin: Salat tepat waktu melatih kedisiplinan dalam bekerja dan berkarya.
- Menjaga Integritas: Perjalanan Nabi didasari oleh kejujuran dan amanah, nilai yang sangat relevan bagi kita semua.
- Mempererat Ukhuwah: Menjadikan masjid dan tempat ibadah sebagai pusat penyebaran kebaikan dan persatuan.
Mari kita jadikan momentum ini untuk bermuhasabah. Sejauh mana perjalanan spiritual kita telah membawa perubahan positif bagi orang-orang di sekitar kita?
Selamat memperingati Isra Miraj. Semoga kita selalu berada dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT.